ANSI versus ISO
Dua hal independen bervariasi di antara keyboard dari berbagai negara, dan membingungkannya adalah sumber kebingungan paling umum saat pengujian.
Yang pertama adalah tata letak karakter: huruf mana yang tercetak di keycap mana. QWERTY adalah standar berbahasa Inggris. QWERTZ, yang digunakan di Jerman, Austria, dan Swiss, menukar Y dan Z serta menempatkan umlaut pada keycap tanda baca. AZERTY, yang digunakan di Prancis dan Belgia, memindahkan A, Z, dan M serta menempatkan tanda baca di baris angka tanpa menekan Shift.
Yang kedua adalah bentuk fisik papan keyboard, dan di sinilah jumlah tombol berubah. Papan ANSI, standar di Amerika Serikat, memiliki tombol Enter lebar dan rata di satu baris serta Shift kiri berukuran penuh. Papan ISO, standar di seluruh Eropa, memiliki Enter tinggi yang membentang di dua baris dengan lekukan di kiri bawah, Shift kiri yang lebih pendek, serta tombol ekstra di samping Shift tersebut yang dilaporkan browser sebagai IntlBackslash. Tombol ekstra itulah alasan mengapa papan ISO full-size memiliki 105 tombol, sementara papan ANSI memiliki 104 tombol.
Kedua sumbu ini secara prinsip independen tetapi saling berkaitan dalam praktiknya: papan QWERTZ dan AZERTY pada dasarnya selalu berformat ISO. Oleh karena itu, memilih salah satu di menu dropdown Tata Letak Tombol akan mengubah label tombol sekaligus bentuk fisik papan di layar, sehingga jumlah tombol dan skornya cocok dengan perangkat keras Anda.
Satu hal yang tidak pernah berubah adalah kode tombol yang dilaporkan. Browser mengidentifikasi tombol berdasarkan posisi fisiknya pada papan acuan standar AS, bukan berdasarkan karakter yang tercetak pada keycap. Tekan tombol bertuliskan Z pada keyboard Jerman, dan tombol tersebut dilaporkan sebagai KeyY, karena posisi tersebut adalah KeyY pada tata letak acuan. Ini disengaja: hal inilah yang memungkinkan game memetakan WASD dan membuat pemetaan tersebut tetap berada di bawah empat jari yang sama, baik keycap bertuliskan WASD maupun ZQSD.